Traveling Saat Pandemi, Amankah?

Traveling Saat Pandemi, Amankah?

Semenjak Agustus kemarin, sudah banyak tempat wisata yang kembali dibuka. Nah menjelang akhir tahun, pasti banyak juga yang berencana jalan-jalan ketika libur natal dan tahun baru nanti. Kalau kamu gimana? Sudah ada rencana staycation, mengunjungi keluarga, atau liburan keluar kota kah?

Traveling saat pandemi tentu menimbulkan pertanyaan, “Aman atau tidak sebenarnya?” Jawabannya tentu tergantung perginya ke mana. Dan tergantung kamu menaati protokol kesehatan atau tidak.

Berikut beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan agar bisa menilai sendiri seberapa aman sebenarnya traveling saat pandemi.

  1. Upaya Pencegahan Covid-19 Tempat yang Mau Kamu Datangi

Sudah tahu ingin pergi ke mana? Yang harus kamu lakukan berikutnya adalah mencari tahu apakah mereka taat protokol COVID atau tidak. Kamu bisa melakukannya dengan cara bertanya langsung atau dengan melihat profil media sosial mereka.
Kalau ternyata belum memenuhi standar, lebih baik cari tempat lain yang lebih aman. Atau, kalau masih sanggup, lebih baik berdiam diri rumah.
  1. Jumlah Kasus Corona di Daerah Tersebut

Kalau jumlah kasus baru Covid-19 kota yang kamu mau kunjungi masih tinggi, saatnya memikirkan ulang keputusan untuk berlibur. Cari juga penyebaran per daerahnya. Lihat dulu apakah daerah tersebut termasuk “zona merah” atau tidak.
Baiknya sih sekalian cari juga kota yang tingkat penyebarannya rendah. Mungkin itu bukan tujuan yang kamu harapkan, tapi yang utama tetaplah menjaga kesehatan, bukan?
  1. Mendesak atau Tidak, Ya?

Namanya liburan ya pasti nggak ada yang mendesak-mendesak amat. Tapi setiap orang kan beda-beda. Ada yang betah di rumah, ada yang betah di luar. Kalau liburan memang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan mental kenapa tidak, kan?
Tapi baik di rumah maupun bepergian, mari mengambil pilihan-pilihan yang membuat kita tetap aman, nyaman, dan berkesadaran.
  1. Kendaraan yang Dipakai

Jalan-jalan dengan kendaraan pribadi tentu lebih aman daripada kendaraan umum. Dengan mobil misalnya, kamu punya kendali penuh atas kebersihannya. Kereta api dan pesawat beda tentu beda cerita. Kemungkinan terpapar Corona, walaupun minim, tentu tetap ada.
Kalau punya mobil, kamu bisa memilih tempat liburan yang masih bisa dijangkau oleh mobil. Tapi kalau kamu sudah paham dengan resikonya, boleh juga memakai kendaraan umum.
  1. Risiko Menyebarkan Kepada Orang Lain

Selain melihat status Covid-19 di daerah lain, ada baiknya mindful juga terhadap status penyebaran di daerah tempat kamu tinggal. Orang yang datang dari zona merah tentu beresiko menyebarkan virus Corona ke zona yang masih hijau.
Mari ambil langkah untuk melindungi diri, keluarga, dan semua yang ada di sekitar kita. Terutama mereka yang paling rentan.
  1. Kesehatan Diri Sendiri dan Keluarga

Kalau kamu dan keluarga sedang dalam kondisi tidak fit, berwisata tentu bukan keputusan yang tepat. Resiko terserang penyakit tentu lebih tinggi kalau imunitas tubuh sedang tidak seimbang.

Kalau kamu butuh bekal untuk menjaga kesehatan selama perjalanan, kamu bisa coba #HolidayKit Rahsa Nusantara agar tetap #AmanNyaman. Setiap paket berisi 3 - 4 botol travel size 30mL produk Jagad Series dan/atau Sadajiwa.

Yuk, persiapkan dari sekarang supaya imunitas tetap terjaga selama liburan!


8 comments


  • Nur Hatta Krisna Tri Aditya

    Nah iya, nih. Memilih menggunakan mobil jadi yang utama. Tapi capek, ya. Apalagi kalau nyetir sendiri.


  • Ayu Budiyanti

    Huwoooo masih deg deg an pergi-pergi ke tempat umum pas pandemi gini. Tapi tips dan tricknya cukup membantu kami untuk memutuskan lebih conscious!


  • Steven Setiawan

    Setuju sama artikelnya. Ketika dulu pertama kali COVID-19 ada di Amerika Serikat, saya bawa travel kit Sadajiwa untuk mengatasi jetlag dan Sapujagad untuk meningkatkan imunitas tubuh. Ketika pulang ke Indonesia, jadi tetap sehat, tidak merasakan capek yang berlebihan, dan bisa langsung kembali kuliah. Recommended banget bagi teman-teman yang mau libur akhir tahun, terutama di tengah pandemi ini.


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published